Hemat = Kaya & Boros = Miskin
Pada waktu SD kita sering mendengar pepatah “Hemat pangkal Kaya dan Boros pangkal Miskin” mungkin sampai sekarang kita masih sering mendengar istilah tersebut termasuk saya sendiri. Nah… sekarang setelah kita beranjak dewasa ternyata kata-kata tersebut ada betulnya.
Seorang teman saya yang bernama amirĀ mempunyai penghasilan 3 Jt sertiap bulannya, tapi anehnya dia selalu merasa kekurangan uang bahkan sebelum akhir bulan ia sudah memulai meminjam kesana kemari. Sementara teman saya disebelh rumah yang bernama Iwan mempunyai penghasilan hanya 2,5 Jt perbulan tidak pernah mengalami kekurangan uang. Setelah saya selidiki ternyata Amir dan Iwan mempunyai pola hidup yang sangat berbeda.
Amir dengan gaji 3 jt selalu melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat secara perkembangan diri dan financialnya, seperti minum-minuman keras, pacaran kesana kemari tanpa mengontrol pengeluarannya, dan pada akhir bulan setelah ia melihat tabungannya ternyata tabungannya sudah kandas alias minus.
Sementara Iwan hanya melakukan sesuatu yang ia rasa berguna bagi perkembangan diri dan financialnya. Seperti membeli kebutuhan sehari-hari dan buku untuk pengembangan dirinya dan sekali-kali ia jajan di kedeai depan rumahnya. Dan hebatnya lagi dia menyisihkan 100 rb penghasilannya setiap bulan.
Nah… betulkan Hemat pengkal Kaya dan Boros pangkal Miskin….. J

