Mereka hanya anak-anak
Menarik juga komentar kak Seto di Televisi tentang anak-anak yang mempunyai orang tua Teroris. Kak Seto berharap semuanya, pemerintah, Masyarakat, Tokoh masyarakat agar mengedepankan kepentingan mereka sebagai anak-anak. Karena mereka sendiri juga tidak tahu apa-apa.
Saya setuju dengan itu. Toh kita pernah melihat bagaimana Pemerintahan Orde Baru mengekang gerak langkah anak-anak yang mempunyai orang tua PKI. Merekea tidak bias menjadi Pegawai Negeri, bahkan pihak Swastapun dihimbau untuk tidak menerima mereka sebagai pekerja. Sehingga menutup kran kreatifitas mereka sebagai anak yang masih punya harapan masa depan.
Bercermin dari itu sudah selayaknyalah kita tidak mengulangi kesalah yang sama untuk kedua kalinya. Karena hal ini sangat merugikan mereka. Mereka juga tidak menginginkan orang tua mereka menjadi teroris dan mereka juga sama seperti kita yang masih mempunyai harapan dan masa depan. Singkatnya janganlah melabeli mereka dengan label “Anak Teroris”. Cukup kisah pilu para anak-anak berorangtuakan PKI menjadi pelajaran berharga bagi kita… Setuju…

