Pamplet Bertuliskan Kejujuran

Kejujuran merupakan sesuatu yang amat dibutuhkan dalam menjalankan roda organisasi. Kejujuran merupakan Roh dari sebuah keberhasilan baik secara individu terlebih-lebih institusi atupun organisasi.

Nah… ada yang aneh dengan bangsa Indonesia ini. Beberapa hari ini kami keliling-keliling melihat perkantoran pemerintah. Berbagai macam bentuk dari kantor pemerintah tersebut. Ada yang mempunyai taman tapi banyak juga yang tidak. Tapi itu bukan menjadi perhatian utama kami. Perhatian utama kami tertuju pada pamphlet yang bertulisan “SAATNYA MENGUTAMAKAN KEJUJURAN”

Pamplet tersebut sangat menyita perhatian kami, sampai-sampai teman saya berkata “Ternyata selama ini mereka tidak jujur”. Memang kalau kita membaca kata-kata yang tercantum di pamphlet tersebut ada tersirat bahwa selama ini mereka-mereka yang berada didalam tersebut tida jujur. Karena kata-kata “SAATNYA” itu berarti waktu yang ditunggu untuk kegiatan sesuatu atau untuk melaksanakan sesuatu. Sama seperti ketika kita membaca kata-kata “SAATNYA RAMADHAN TIBA”.

Semoga pendapat saya ini salah…. Bagaimana dengan pendapat anda….???

Mereka hanya anak-anak

Menarik juga komentar kak Seto di Televisi tentang anak-anak yang mempunyai orang tua Teroris. Kak Seto berharap semuanya, pemerintah, Masyarakat, Tokoh masyarakat agar mengedepankan kepentingan mereka sebagai anak-anak. Karena mereka sendiri juga tidak tahu apa-apa.

Saya setuju dengan itu. Toh kita pernah melihat bagaimana Pemerintahan Orde Baru mengekang gerak langkah anak-anak yang mempunyai orang tua PKI. Merekea tidak bias menjadi Pegawai Negeri, bahkan pihak Swastapun dihimbau untuk tidak menerima mereka sebagai pekerja. Sehingga menutup kran kreatifitas mereka sebagai anak yang masih punya harapan masa depan.

Bercermin dari itu sudah selayaknyalah kita tidak mengulangi kesalah yang sama untuk kedua kalinya. Karena hal ini sangat merugikan mereka. Mereka juga tidak menginginkan orang tua mereka menjadi teroris dan mereka juga sama seperti kita yang masih mempunyai harapan dan masa depan. Singkatnya janganlah melabeli mereka dengan label “Anak Teroris”. Cukup kisah pilu para anak-anak berorangtuakan PKI menjadi pelajaran berharga bagi kita…   Setuju…

KEMERDEKAAN DAN NASIONALISME DIRI

Merdeka…
Sudah sangat lama saya tidak mengucapkan kata-kata tersebut. Nah bagaimana dengan anda ? Seandainya sama, maka kita perlu sering-sering mengucapkannya, sebab tanpa kita sadari kita sudah banyak kehilangan kemerdekaan kita.
Dari segi wilayah dan kedaulatan politik mungkin kita sudah merdeka. Namun dari sisi lain, kita masih banyak dijajah daripada merdeka. Kita beri contoh saja ekonomi, Globalisasi ekonomi ternyata membuat kita bangsa yang terjajah dengan bangsa luar. Baik dari segi barang maupun dari segi SDM penunjang ekonomi itu sendiri.
Awal 2010 Pasar bebas Negara-negara ASEAN dan INDIA akan dimulai. Artinya produk-produk dari Negara-negara Asean dan India akan masuk ke Indonesia dengan bea masuk yang murah bahkan bias jadi tanpa bea masuk.
Nah… semoga kita mampu menjadi bangsa yang merdeka dari segala sudut dan sisi kehidupan berbangsa dan bernegara… :)

Manusia Bejat..

Sekolah SD merupakan sekolah yang kita lalui ketika kita berumur diantara 6-12 tahun. Bahasa indonesia merupakan pelajaran yang penting pada saat itu, terlebih-lebih anak-anak SD merupakan anak-anak kecil yang masih suka memakai bahasa ibu atau bahasa yang dipakai di rumah.

Salah satu Pelajaran yang terdapat di PBI pada waktu SD adalah masalah surat menyurat. Surat merupakan penyampaian bersifat pribadi dari seseorang kepada orang yang dia percayai atau orang yang dia rindukan.

Nah.. bisakah anda bayangkan pelajaran yang dipelajari dari SD ternyata banyak manusia di zaman skarang yang tidak mengerti arti dari sesuatu yang bersifat pribadi seperti surat tersebut. Bahkan di Negara kita sendiri masih ada manusia-manusia yang bejat yang menganggap dirinya lebih kuat dari yang lain, yang menganggap dirinya lebih punya uang dan menganggap orang yang dibawahnya adalah barang yang bisa ditindas.

Suatu yang aneh….

Ada seseorang yang menganggap dirinya manusia yang menindas manusia lainnya tanpa duduk perkara yang jelas yang diakibatkan oleh sesuatu yang bersifat pribadi tersebut.

Semoga manusia-manusia bejat tersebut mendapatkan laknat dari Tuhan Yang Maha Esa….

Bapak Sembunyi dimana…??

Macet dan bising merupakan ppemandangan yang lumrah terjadi di lalu lintas kita. Hal ini diperpparah jika terjadi mati lampu yang merupakan menu sehari-hari yang disuguhkan oleh PLN kita.

Hebatnya lagi kesadaran kita selaku bangsa Negara yang baik juga ternyata kurang. Tidak sedikit dari kita ketika mengendarai kendaraan terlebih-lebih lagi sepeda motor, sering menerobos lampu merah. Anehnya hal ini dianggap biasa bagi sipengendara tanpa memperdulikan keselamat orang lain.

Penerobosan lampu merah ini pernah terjadi tepat didepan kantor. Akhirnya sipengendara ditangkap oleh polisi yang ternyat nongol secara tiba-tiba ke jalan. Sipengendara sepeda motorpun tidak bias mengelak dari sang polisi. Setelah polisi menangkap sang pengendara terjadilah dialog singkat…

Polisi : Siang pak…
Pengendara : Siang..
Polisi : Tau Lampu merah…
Pengendara : Tau pak..
Polisi : Tau nggak boleh lewat ketika lampu merah ….
Pengendara : Tau pak
Polisi : Jadi kenapa terobos lampu merahnya…
Pengendara : Itu dia masalahnya pak..sebenarnya saya tau semua peraturan di jalan, tapi ada 1 yang saya tidak tau..
Polisi : Apa yang anda tidak tau
Pengendara : Bapak sembunyi dimana …??

Sambil emosi polisipun menggiring si pengemudi ke kantor polisi untuk ditilang….

Hebat-hebat….

TERORISME OR NGEBOM

AKhir-akhir ini terorisme ibarat makanan sehari-hari yang selalu kita dengar. Hal ini diakibatkan oleh peledakan Bom di 2 hotel bertarap internasional yaitu JW Marriot dan Ritz Carlton.

Sangat disayangkan memang 2 kejadian tersebut., apalagi kejadian tersebut terjadi disaat Indonesia sedang melakukan perbaikan ekonomi dengan menumbuhkan kepercayaan di kalangan Investor Asing setelah dilanda krisis global yang menghantam seluruh pelosok dunia. Baca Selanjutnya di TERORISME OR NGEBOM

Sabar dan Kemenangan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Allah ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya, “Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami.” (QS. Al An’aam [6]: 34).

Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya kemenangan. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang (da’i) masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh da’i ini meskipun dia sudah mati.

Maka wajib bagi para da’i untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya. Lihatlah para Rasul shalawatullaahi wa salaamuhu ‘alaihim. Mereka juga disakiti dengan ucapan dan perbuatan sekaligus.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Demikianlah, tidaklah ada seorang Rasul pun yang datang sebelum mereka melainkan mereka (kaumnya) mengatakan, ‘Dia adalah tukang sihir atau orang gila’.” (QS. Adz Dzariyaat [51]: 52). Begitu juga Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan demikianlah Kami menjadikan bagi setiap Nabi ada musuh yang berasal dari kalangan orang-orang pendosa.” (QS. Al Furqaan [25]: 31). Namun, hendaknya para da’i tabah dan bersabar dalam menghadapi itu semua…” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Sabar dalam Menuntut Ilmu

Syaikh Nu’man mengatakan, “Betapa banyak gangguan yang harus dihadapi oleh seseorang yang berusaha menuntut ilmu. Maka dia harus bersabar untuk menahan rasa lapar, kekurangan harta, jauh dari keluarga dan tanah airnya. Sehingga dia harus bersabar dalam upaya menimba ilmu dengan cara menghadiri pengajian-pengajian, mencatat dan memperhatikan penjelasan serta mengulang-ulang pelajaran dan lain sebagainya.

Semoga Allah merahmati Yahya bin Abi Katsir yang pernah mengatakan, “Ilmu itu tidak akan didapatkan dengan banyak mengistirahatkan badan”, sebagaimana tercantum dalam shahih Imam Muslim. Terkadang seseorang harus menerima gangguan dari orang-orang yang terdekat darinya, apalagi orang lain yang hubungannya jauh darinya, hanya karena kegiatannya menuntut ilmu. Tidak ada yang bisa bertahan kecuali orang-orang yang mendapatkan anugerah ketegaran dari Allah.” (Taisirul wushul, hal. 12-13)

MANFAAT BERWUDHU’

Di dalam Al-Quran Allah telah memerintahkan kita untuk berwudhu’. Allaf berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku. Dan sapulah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki dan jika kamu junub maka mandilah (Q.S Al-Maidah : 6)

Bila kita perhatikan sebenarnya berwudhu’ merupakan suatu proses kebersihan yang dilakukan oleh seseorang untuk membasuh bagian-bagian tubuhnya  sebanyak lima kali dalam sehari. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Dalam hadits yang periwayatannya ditarjih oleh Imam At-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda :

“Kebersihan mengajak kepada keimanan, keimanan beserta pemiliknya berada di syur Baca Selanjutnya di MANFAAT BERWUDHU’

Bahaya Narkoba

Dampak narkoba, jika disalahgunakan, seperti halnya singkatan kata tersebut
(NARKOBA: narkotika dan obat/bahan berbahaya), memang sangatlah berbahaya bagi manusia.

Narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya.

Dampak narkoba terhadap fisik

Pemakai narkoba akan mengalami gangguan-gangguan fisik sebagai berikut:

    1. Berat badannya akan turun secara drastis.
    2. Matanya akan terlihat cekung dan merah.
    3. Mukanya pucat.
    4. Bibirnya menjadi kehitam-hitaman.
    5. Tangannya dipenuhi bintik-bintik merah.
    6. Buang air besar dan kecil kurang lancar.
    7. Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.

Dampak narkoba terhadap emosi Baca Selanjutnya di Bahaya Narkoba